Kenapa Orang Teriak saat Takut? Ternyata Begini Penjelasannya

Dini Listiyani
Kenapa Orang Teriak saat Takut? (Foto: unsplash)

Layaknya tersenyum, membuat ekspresi ketakutan dapat menciptakan kewaspadaan instan dan respons melawan atau lari. Meskipun topeng ketakutan ini universal, tidak semua wajah memiliki kemampuan otot yang sama untuk membuatnya. 

Otot risorius berfungsi mengendalikan ekspresi ketakutan ekstrem dan biasanya terletak di sisi mulut. Otot ini hanya muncul sekitar dua pertiga populasi, itupun ukurannya bervariasi dari satu orang ke yang lain. 

Beberapa orang memiliki otot ini di kedua sisi wajah. Sementara yang lainnya hanya memilikinya di satu sisi. Tidak adanya atau panjang otot memengaruhi bentuk komunikasi nonverbal yang ampuh dikenal sebagai ekspresi ketakutan. 

Bagaimana dengan teriakan itu sendiri? Teorinya adalah teriak berfungsi sebagai pertahanan yang dapat didengar seperti sistem alarm kendaraan yang keras. Penelitian menunjukkan semakin tidak teratur, kacau, semakin sulit bagi orang lain mengabaikannya. Mungkin itu sebabnya film-film menakutkan dan korbannya berteriak.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Ingin Kampus Aktif Geluti Sains dan Teknologi, Bukan Tempat Adu Pertentangan

57 tahun lalu

Prabowo Hadiri Konvensi Sains dan Teknologi Bersama 2.600 Rektor hingga Para Dosen

57 tahun lalu

Bakteri Baik di Usus Ikutan Tidur di Malam Hari? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Apa Itu Rathalos inagami, Laba-Laba Hantu Pertama di Indonesia? Ini Karakternya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal