NASA Ingin Mainkan Peran Penting dalam Pengembangan Pesawat Listrik

Dini Listiyani
NASA Mainkan Peran Penting dalam Pengembangan Pesawat Listrik (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Semua mata saat ini tertuju pada misi NASA ke Mars. Padahal, badan antariksa Amerika Serikat tersebut tengah berupaya untuk membuat penerbangan kembali ke Bumi lebih ramah lingkungan.

Melalui kemitraan baru dengan industri penerbangan, NASA ingin memajukan alat desain dan pemodelan untuk pesawat masa depan yang menggunakan sistem Electrified Aircraft Propulsion (EAP). Mereka juga mencari proposal untuk demonstrasi darat dan penerbangan pesawat subsonik dengan sistem powertrain kelas megawatt terintegrasi.

NASA ingin memamerkan sistem dalam penerbangan, dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi EAP ke armada global pada tahun 2035. Secara khusus, badan antariksa menargetkan penggunaan EAP di pesawat yang lebih kecil (termasuk penerbangan komersial) seperti turboprop, jet regional, dan pesawat lorong tunggal.

Batas waktu proposal adalah 20 April. NASA mengatakan studinya telah menunjukkan elektrifikasi propulsi pesawat dapat berdampak signifikan pada pengurangan penggunaan energi dan emisi karbon dan nitrogen oksida, dalam hal yang sama motor listrik menghasilkan lebih sedikit emisi yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Dorongan untuk perjalanan udara yang lebih berkelanjutan telah menjadi topik hangat bagi produsen dan pembuat peraturan. Menurut organisasi nirlaba Air Transport Action Group, penerbangan menghasilkan 915 juta ton CO2 pada 2019, sebelum pandemi menghantam industri, menyumbang 2 persen terhadap semua emisi CO2 yang disebabkan oleh manusia.

Tapi perubahan bisa terjadi. Pada bulan Januari, Boeing berjanji untuk menerbangkan semua pesawatnya dengan 100 persen bahan bakar berkelanjutan (terbuat dari minyak nabati, lemak hewani, dan limbah pertanian) pada tahun 2030.

Sementara Badan Keselamatan Penerbangan UE berencana untuk membuat label peringkat ramah lingkungan untuk penerbangan, serupa dengan statistik emisi karbon saat ini dicetak pada tiket kereta api di wilayah tersebut. Sedangkan, NASA menunjuk penasihat iklim senior pertamanya awal bulan ini, yang ditugaskan untuk bekerja dengan pemerintahan Biden dalam rencana iklimnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah

57 tahun lalu

Meteor Tabrak Atmosfer Bumi Picu Ledakan Dahsyat, Melesat 120.000 Km per Jam

57 tahun lalu

Trump: AS Akan Kalahkan China dalam Perlombaan Menjelajahi Bulan

57 tahun lalu

Misi Kelilingi Bulan Usai, 4 Astronaut Artemis 2 Kembali ke Bumi dengan Selamat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal