SAN FRANCISCO, iNews.id - Gumpalan bintang padat yang berjarak beberapa ribu tahun cahaya telah menyimpan kejutan di intinya. Alih-alih satu black hole yang relatif tebal, para astronom telah menemukan kluster globular NGC 6397 melilit gugusan lebih kecil, bermassa bintang.
Hal ini tidak hanya membantu manusia lebih memahami pembentukan black hole yang lebih besar. Tapi juga menunjukkan, globular clusters bisa menjadi sangat menarik bagi astronomi gelombang gravitasi karena black hole tidak semakin mendekat menuju tabrakan.
Kluster globular dari bintang sering dianggap sebagai fosil alam semesta awal. Mereka adalah gugus bola yang sangat padat yang terdiri atas sekitar 100.000 hingga 1 juta bintang yang sangat tua, beberapa seperti NGC 6397, hampir setua alam semesta itu sendiri, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (13/2/2021).
Dalam kluster globular mana pun, semua bintangnya terbentuk pada waktu yang sama dari awan gas yang sama. Bima Sakti memiliki sekitar 150 kluster globular. Objek-objek ini adalah alat yang sangat baik untuk mempelajari, sejarah alam semesta, atau kandungan materi gelap dari galaksi yang mereka orbit.
Namun, baru-baru ini, para astronom telah melihatnya lebih dekat sebagai rumah potensial dari kelas objek yang sulit dipahami, black hole bermassa menengah. Sesuai namanya, kelas menengah ini berada di antara black hole bermassa bintang dan supermasif, yang terakhir biasanya ditemukan di pusat galaksi.
Sementara batas antara black hole bermassa menengah dan supermasif saat ini tidak didefinisikan dengan baik, black hole bermassa menengah umumnya dianggap lebih besar dari bintang runtuh pada umumnya (hingga seratus massa matahari) tapi tidak supermasif.