NEW YORK, iNews.id - Peneliti telah menemukan laba-laba kuno yang tersimpan dalam amber (resin pohon yang menjadi fosil). Layaknya makhluk kuno, laba-laba itu lebih mengerikan dibandingkan laba-laba modern lainnya.
Laba-laba kuno yang baru ditemukan peneliti itu menyerupai laba-laba yang biasa Anda temukan, namun varietas kuno ini memiliki satu perbedaan mencolok yakni ekor semi-berbulu panjang. Peneliti menilai, ekor itu telah terbiasa merasakan hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
Amber telah menjadi sumber yang bermanfaat dari segala jenis serangga purba dan hewan kecil. Makhluk-makhluk yang terkubur ini seringkali diawetkan dengan sempurna, terjatuh ke dalam atau terjebak dalam getah pada zaman kuno.
Penemuan amber berisi jenis arachnid disebut Chimerarachne yingi. Penemuan spesies arachnid menurut para peneliti menjelaskan, amber itu berasal dari Myanmar dan berumur 100 juta tahun.
Sebanyak empat spesimen ditemukan dalam amber yang diberikan ke Nanjing Institute of Geology and Paleontology, sebagaimana dikutip iNews.id dari Slash Gears, Rabu (7/2/2018).
Sekilas arachnid menyeruapi seekor laba-laba yang mungkin Anda temukan di rumah, termasuk taring dan pemintal yang menghasilkan sutra. Berdasarkan spesimen, ini merupakan laba-laba kecil.
Arachnid kuno serupa dengan laba-laba modern dengan ekor sebelumnya diketahui oleh peneliti. Namun, laba-laba itu tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan sutra.
Spesimen baru ini lebih muda dan mempertahankan ekornya, tapi juga memiliki kemampuan membuat sutra. Hal ini membuat laba-laba menjadi hibrida antara laba-laba yang lebih tua dan modern. Selain itu, ia juga membantu secara potensial mengurangi evolusi laba-laba modern.