Perjalanan Luar Angkasa Bisa Berdampak Buruk untuk Bumi, Begini Penjelasannya

Intan Rakhmayanti Dewi
Perjalanan luar angkasa berdampak buruk pada Bumi (Foto: SpaceX)
Sementara di troposfer yang lebih dekat ke tanah, panas itu bisa menambah ozon. Sayangnya, di sana ia bertindak lebih seperti gas rumah kaca dan menahan panas.

Bahan bakar yang berbeda merusak atmosfer dengan cara yang berbeda.

"[Nitrogen oksida] penting, tentu saja, tetapi ada juga bahan bakar padat yang dibakar dan menghasilkan klorin," kata Marais.

"Klorin berkontribusi pada perusakan lapisan ozon dan sangat, sangat efisien dalam melakukan itu," ujarnya.

Bahan bakar hidrokarbon seperti minyak tanah dan metana menghasilkan karbon dioksida, gas rumah kaca yang terkenal, serta karbon hitam, alias jelaga, yang menyerap panas dan semakin membuat hangat suhu di Bumi.

Bahkan sebelum peluncuran terjadi, produksi propelan sudah berdampak pada lingkungan. Dan setiap peluncuran menggunakan ribuan ton propelan untuk mencapai luar angkasa.  

Jadi bisa dibayangkan jika peluncuran roket menjadi lebih umum, pengaruhnya terhadap lingkungan akan meningkat.

Marais menunjukkan bahwa kita belum mengetahui efek penuh bahan bakar roket terhadap atmosfer dan lingkungan, karena para peneliti baru saja mulai mempelajari topik tersebut.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Internasional
3 bulan lalu

Heboh, Obama Sebut Alien Ada: Mereka Nyata tapi Saya Belum Lihat!

Internasional
6 bulan lalu

Identitas 3 Astronaut China yang Terdampar di Luar Angkasa Terungkap!

Sains
6 bulan lalu

Tragis! 3 Astronaut China Terlantar di Luar Angkasa gegara Tabrak Puing Antariksa

Sains
10 bulan lalu

Ilmuwan Harvard Yakin Pesawat Alien Benar Ada, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal