Sedangkan, sisi yang jauh relatif lebih dingin. Akibatnya, interaksi aneh di atmosfer planet sebagai bagian yang hangat dan dingin. Alasan lain planet ini aneh adalah bintang inangnya juga tidak biasa.
Bintang inangnya berputar 38 kali lebih cepat dari Matahari untuk menyelesaikan rotasi hanya dalam 16km. Kecepatan rotasi ini memengaruhi bentuk bintang, membuatnya lebih rata di kutub dan tebal di sekelilingnya.
Pada gilirannya, bentuk ini mengubah distribusi suhu bintang, dengan kutub yang lebih panas dan khatulistiwa menjadi lebih dingin. Ketika planet melewati kutub bintang, mereka mengalami semacam musim panas. Lalu, saat melewati kutub yang lebih dingin planet mengalami musim dingin.
"Jadi KELT-9b mengalami dua musim panas dan dua musim dingin setiap tahun, dengan setiap musim sekitar 9 jam," ujar NASA yang dikutip dari Digital Trends, Rabu (8/7/2020).
Selain menjadi contoh menarik dari sistem planet dan bintang yang ekstrem, KELT-9b juga dapat membantu para ilmuwan belajar mengenai cara mendeteksi exoplanet lain.
"Dari sistem planet yang telah kita pelajari melalui penggelapan gravitasi, efek pada KELT-9b sejauh ini yang paling spektakuler. Pekerjaan ini jauh menuju penyatuan gravitasi yang menjadi gelap dengan teknik lain yang mengukur keselarasan planet, yang pada akhirnya kami harap akan menggali rahasia tentang pembentukan dan sejarah evolusi planet di sekitar bintang bermassa tinggi," ujarnya.