Sepasang Black Hole Dekat Bumi Terlihat Teleskop Very Large (Foto: Ist)
Dini Listiyani

SAN FRANCISCO, iNews.id - Para astronom dengan European Southern Observatory (ESO) menggunakan Very Large Telescope (VLT) untuk memindai langit mencari bintang, black hole, galaksi, dan planet guna dipelajari. Namun, astronom baru-baru ini menggunakan VLT menemukan sepasang Supermassive Black Hole terdekat dengan Bumi. 

Penemuan ini terletak di sebuah galaksi bernama NGC 7727, yang terletak di konstelasi Aquarius. Meksi black hole supermasif ini adalah yang paling dekat dengan Bumi yang pernah ditemukan, mereka masih berada pada jarak yang luar biasa dari planet kita yang berjarak 89 juta tahun cahaya. 

Namun, mereka secara signifikan lebih dekat dibanding pasangan black hole supermasif terdekat sebelumnya yang berjarak 470 juta tahun cahaya. Selain menjadi pasangan lubang hitam terdekat dengan Bumi, duo ini juga memiliki pemisahan yang jauh lebih kecil daripada pasangan lubang hitam lainnya yang diketahui.

Duo di NGC 7727 hanya memiliki jarak 1600 tahun cahaya di antara mereka. Meski jaraknya masih sangat jauh, para astronom menunjukkan ini adalah pertama kalinya sepasang black hole supermasif ditemukan begitu dekat satu sama lain. 

Jarak 1600 tahun cahaya kurang dari setengah jarak pemegang rekor sebelumnya. Biasanya, black hole supermasif hidup di pusat galaksi. Namun, mereka bisa menjadi pasangan ketika galaksi bergabung, menempatkan mereka pada jalur tabrakan yang bisa memakan waktu jutaan tahun sebelum mereka bergabung.

Para ilmuwan mempelajari jalur yang diambil black hole, jarak pemisahannya, dan kecepatannya yang menentukan duo ini akan bergabung menjadi satu lubang hitam supermasif dalam 250 juta tahun ke depan. Para astronom percaya penggabungan sepasang lubang hitam dengan ukuran ini dapat menjelaskan bagaimana lubang hitam paling masif di alam semesta lahir.

Astronom Karina Voggel dan timnya menggunakan teknik untuk menentukan massa black hole dengan melihat bagaimana tarikan gravitasinya memengaruhi bintang di sekitarnya. Ini adalah pertama kalinya massa sepasang lubang hitam diukur menggunakan metode itu. 

Pengukuran menggunakan metode ini dimungkinkan karena seberapa dekat sepasang lubang hitam dengan Bumi. Para peneliti mengandalkan pengamatan dari Observatorium Paranal di Chili menggunakan alat yang disebut MUSE (Multi-Unit Spectroscopic Explorer) dalam pekerjaan mereka. 

Para astronom juga menggunakan data yang dikumpulkan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble untuk mengkonfirmasi bahwa sepasang lubang hitam diklasifikasikan sebagai supermasif.


Editor : Dini Listiyani

BERITA TERKAIT