"Pendidikan yang baik tidak hanya mempersiapkan kita membangun bangsa, tetapi juga menjadi pemimpin global," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono. Dia menilai program seperti MUN sangat relevan dengan kebutuhan masa depan, khususnya di kota-kota besar.
"Ini bukan sekadar kegiatan, tapi simulasi dunia nyata. Di sini pelajar belajar menyampaikan ide, bernegosiasi, dan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita tidak hanya butuh tenaga kerja, tapi juga komunikator, negosiator, dan pemimpin," kata dia.
Dalam konferensi ini, peserta dibagi ke dalam dua council. Untuk kategori junior (usia 11–14 tahun), mereka membahas isu perlindungan ruang digital melalui topik penanganan cyberbullying. Sementara peserta usia 15 tahun ke atas membahas isu kesehatan global, khususnya perlindungan pengetahuan obat tradisional yang tetap harus melalui validasi ilmiah.
Menariknya, keterlibatan pelajar usia muda dalam isu-isu kompleks ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak lagi terbatas di ruang kelas. Mereka didorong untuk memahami persoalan global sejak dini sekaligus mencari solusi melalui diskusi dan kolaborasi.