CALIFORNIA, iNews.id - SpaceX akhirnya meluncurkan dua satelit uji pertamanya untuk Starlink, yang bertujuan untuk menyediakan akses internet broadband di seluruh dunia pada 2024. Moment tersebut rupanya dibagikan Elon Musk ke jagat maya.
Roket Falcon 9 terangkat pada pukul 14:17 UTC dari situs peluncuran SpaceX Vandenberg, California menuju ke selatan melewati Samudera Pasifik untuk mencapai orbit dekat kutub. Tahap pertama terpisah dari sisa roket sekitar 3 menit kemudian.
Muatan utama roket tersebut ialah satelit PAZ milik Hisdesat, sebuah satelit pencitraan tingkat lanjut dengan resolusi hingga 25 cm yang akan mencakup area kira-kira seukuran Italia setiap 24 jam.
Menariknya, dalam mautan sekundernya, Falcon 9 membawa dua satelit uji yang dinamai Tintin A dan B dan membentuk barisan depan. Satelit itu diharapkan SpaceX akan menjadi konstelasi satelit komunikasi internet berkecepatan tinggi.
Proyek Starlink diumumkan oleh SpaceX pada 2015. Musk mengusulkan meluncurkan satelit komunikasi dalam jumlah besar di orbit Bumi. Satelit ini nantinya akan beroperasi dalam microwave band dari spektrum elektromagnetik untuk menyediakan internet dengan jangkauan rendah dan broadband di seluruh dunia.
Sebagaimana dikutip iNews.id dari New Atlas, Jumat (23/2/2018), orbit dengan ketinggian rendah merupakan bagian penting dari rencana untuk mencapai koneksi data yang cepat dan responsif. Satelit komunikasi hari ini memiliki latensi tinggi karena diparkir di orbit geostasioner, 35.800 km di atas permukaan laut. Pada jarak itu, sinyal berkecepatan cahaya membutuhkan waktu minimal 0.23 detik untuk perjalanannya.
Setelah keberhasilan roket Falcon 9 membawa satelit internet itu ke orbit, menurut laporan Business Insider, CEO SpaceX Elon Musk memamerkan gambar dan video satelit internetnya tersebut. Sementara itu, live webcast dari misi PAZ di YouTube juga menawarkan sekilas dua satelit Starlink.