"Di AYIMUN BSD Chapter ini, pelajar akan belajar menyampaikan pendapat, berdiskusi secara konstruktif, dan juga belajar mendengarkan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda dari kalian. Kalian akan belajar menemukan solusi bersama, bukan sekadar memenangkan sebuah perdebatan," kata Fahrizal dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, dunia kerja maupun dunia pendidikan saat ini semakin membutuhkan individu yang mampu berkolaborasi. Karena itu, kemampuan berdiplomasi bukan hanya identik dengan profesi diplomat, melainkan menjadi keterampilan hidup yang relevan di berbagai bidang.
Dalam simulasi tersebut, para peserta berperan sebagai delegasi dari berbagai negara. Mereka mengikuti proses layaknya sidang PBB, mulai dari menyampaikan pidato, melakukan negosiasi antardelegasi, hingga menyusun draft resolusi yang disepakati bersama.
Setiap keputusan yang diambil harus didukung argumentasi yang kuat serta mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak. Situasi ini membuat peserta dituntut berpikir kritis sekaligus mampu mencari jalan tengah dalam setiap perbedaan pendapat.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan, Fuad, menilai pengembangan karakter dan rasa percaya diri menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.