CryoTech merupakan teknologi dari Jepang yang memungkinkan pembekuan embrio atau blastosis, dan saat dicairkan kembali, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 100% tetap sehat dan utuh.
"Di Malaysia, teknologi ini memberi kami 100% survival rate dan mendapatkan penghargaan dari Malaysia Book of Records. Teknologi yang sama diterapkan di Indonesia, sehingga pasien dapat merasakan standar yang sama," ungkap Siska.
Selain pemanfaatan teknologi, hal yang menentukan keberhasilan IVF adalah kolaborasi ahli dalam praktiknya. Maksudnya, dengan keahlian tim Indonesia dan Malaysia, keberhasilannya semakin tinggi.
Itu kenapa, di Alpha Women's Specialist Indonesia akan dihadirkan juga ahli-ahli dari Malaysia langsung.
"Kami menerapkan model bertahap. Jadi di fase awal, kami akan menghadirkan dua dokter ahli dari Malaysia. Tujuannya untuk transfer ilmu dan teknologi," kata Siska.
"Para dokter Malaysia itu akan bekerja berdampingan dengan dokter Indonesia, one by one mentorship. Rencananya, dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun, kami berharap dokter Indonesia sudah sepenuhnya mandiri dalam mengoperasikan IVF Center dan melayani pasien secara optimal," tambanya.