SAN FRANCISCO, iNews.id - Warner Bros. (WB) tidak akan membuat film berdasarkan kebetulan. Perusahaan bahkan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengalisis film potensial.
Sejauh ini studio film tidak memiliki masalah dalam menentukan tanggal rilis. Tapi di masa depan memilih tanggal rilis dapat menjadi jauh lebih mudah dan efisien, setidaknya dalam kasus film Warner Bros.
Studio film Warner Bros. mengumumkan mereka akan bekerja sama dengan Cinelytic. Warner ingin memanfaatkan AI Cinelytic untuk membuat keputusan yang lebih tepat terkait kapan sebuah film harus dirilis.
"Warner Bros. bersemangat untuk menggunakan sistem mutakhir Cinelytic. Di industri, kami membuat keputusan sulit setiap hari yang memengaruhi apa dan bagaimana kami memproduksi serta mengantarkan film ke bioskop di seluruh dunia. Semakin tepat data kami, semakin baik dapat melibatkan permisa kami," kata Senior Vice President Warner Bros. Pictures International Distribution Tonis Kiss yang dikutip dari Ubergizmo, Kamis (9/1/2020).
Cinelytic mengklaim, dengan platform AI-nya ini akan membantu mengurangi tugas low-value, tugas berulang-ulang yang mungkin harus dilakukan seorang eksekutif studio. Dan, sebaliknya berfokus menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk keputusan pengemasan, pencahayaan hijau, pemasaran, dan distribusi secara real time.
"Sistem ini dapat menghitung dalam hitungan detik apa yang perlu waktu berhari-hari untuk dinilai oleh manusia saat berkaitan ke evaluasi paket film umum atau nilai bintang," kata pendiri Cinelytic Tobia Queisser yang dikutip dari Cnet.
Warner Bros. bukan satu-satunya yang memilih AI untuk melakukan pekerjaan rumah. Ingenious Media (Wind River), Productivity Media (The Little Hours), dan STX (Playmobil and UglyDolls) telah menandatangani perjanjian dengan Cinelytic. Mereka telah dalam pengujian beta selama beberapa tahun sebelum resmi diluncurkan pada 2019.