Meski begitu, masih banyak perempuan yang menghadapi kerentanan ekonomi akibat terbatasnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan keuangan. Kelompok tersebut meliputi ibu tunggal, pekerja sektor informal, perempuan yang putus sekolah, hingga perempuan dengan pendapatan rendah.
Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, mengatakan kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dan tingkat pemahaman masyarakat menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan masih menjadi kebutuhan mendesak.
"Kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan menunjukkan bahwa upaya meningkatkan literasi keuangan masih sangat relevan," kata Niharika dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Dia menambahkan, "Kami percaya bahwa ketika perempuan memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh diri mereka sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan komunitas di sekitarnya."
Menurut dia, penguatan literasi keuangan dapat menjadi bekal penting bagi perempuan untuk membangun ketahanan finansial sekaligus membuka peluang meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.