JAKARTA, iNews.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pola pengelolaan keuangan masyarakat mulai mengalami perubahan signifikan. Tekanan dari konflik geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga harga komoditas membuat banyak individu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial maupun belanja.
Menariknya, fenomena baru justru muncul di kalangan pemilik aset bernilai tinggi. Mereka kini cenderung menggadaikan barang mewah dibandingkan menjualnya untuk mendapatkan dana tunai.
Barang seperti tas branded, jam tangan mewah, hingga kendaraan premium kini tidak lagi sekadar simbol gaya hidup. Aset belanja tersebut mulai dimanfaatkan sebagai sumber likuiditas yang fleksibel tanpa harus kehilangan kepemilikan.
Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya kesadaran barang mewah memiliki nilai yang relatif stabil. Bahkan dalam kondisi tertentu, nilainya bisa mengalami kenaikan, sehingga menjual aset dianggap bukan pilihan terbaik dalam situasi pasar yang tidak pasti.
Dalam kondisi tersebut, layanan gadai menjadi alternatif. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyebut masyarakat kini mulai memahami kebutuhan dana tidak selalu harus dipenuhi dengan menjual aset.