JAKARTA, iNews.id - Pasar finansial yang semakin kompleks membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengelola keuangan. Tidak hanya mengatur pengeluaran, masyarakat juga perlu memahami cara menjaga dan mengembangkan aset agar tujuan keuangan jangka panjang dapat tercapai.
Kondisi ekonomi yang berubah-ubah dan pergerakan pasar investasi dapat memengaruhi nilai kekayaan. Sebab itu, pengelolaan keuangan tidak cukup hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga perlu memperhatikan risiko, kebutuhan likuiditas, serta perencanaan keuangan untuk masa depan.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah wealth management atau pengelolaan kekayaan. Pendekatan ini mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan aset, pemilihan investasi, hingga strategi untuk menjaga kekayaan dari berbagai risiko.
Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, nasabah affluent atau kelompok dengan kemampuan finansial relatif tinggi yang merasa puas memiliki tingkat keterlibatan 20 persen lebih tinggi dibandingkan nasabah yang belum puas. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan tersebut adalah beragamnya solusi investasi yang dapat diakses.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa 75 persen investor affluent menginginkan saran keuangan yang disesuaikan dengan kondisi pribadi. Sementara itu, 70 persen berharap penasihat keuangan dapat memberikan masukan secara proaktif tanpa harus selalu diminta.