JAKARTA, iNews.id - Aksi nekat yang mengancam nyawa dilakukan puluhan wisatawan di Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan. Demi berswafoto dan merekam video, mereka menerobos kawasan terlarang di gunung api aktif tersebut, padahal aktivitas vulkaniknya berisiko membahayakan keselamatan.
Keberadaan rombongan wisatawan itu terungkap saat petugas Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pemeliharaan berkala peralatan pemantauan di lereng Gunung Anak Krakatau pada awal Oktober 2026.
Para wisatawan yang belum diketahui identitas dan asalnya itu sempat berswafoto serta merekam video di kawasan terlarang. Mereka kemudian berbondong-bondong turun setelah menyadari kehadiran petugas.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, menduga rombongan tersebut menyewa kapal dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya masuk ke kawasan gunung api.
Aksi ini menjadi sorotan karena Gunung Anak Krakatau bukan destinasi wisata yang bisa dijelajahi secara bebas. Keinginan mendapatkan foto dengan latar gunung api aktif tidak sebanding dengan risiko yang mungkin dihadapi jika wisatawan mengabaikan batas keselamatan.