Berwisata di Batas Negeri, Tentang Entikong dan Keistimewaannya

Ade Miranti Karunia Sari
Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

"Kita bisa lihat dari ornamen berupa tameng-tameng dari masyarakat Dayak. Melihat bangunannya memanjang terinspirasi dari Rumah Panjang adat Dayak, seperti Rumah Gadang di Pontianak," tutur Rudi Marwoto, Kepala Sub Bidang Kebersihan dan Keamanan PLBN Entikong di lokasi, Senin 29 Mei 2018.

Pembangunan di setiap PLBN, menurut Rudi, biasanya memang dilihat dari kearifan lokalnya. Seperti PLBN Skouw di Papua yang mengusung budaya khas masyarakat Skouw, begitu pula dengan PLBN Entikong yang mengusung budaya dan gaya bangunan maupun ornamen khas Dayak.

Saat ini, para pelintas yang ingin sekaligus berwisata di PLBN Entikong bisa berfoto di beberapa spot seperti Tugu Garuda, depan gedung bertuliskan PLBN Entikong dengan nuansa perak, dan pintu masuk dari arah Malaysia, di mana ada patung Garuda yang lebih kecil dengan ornamen perisai berwarna putih di belakangnya.

Namun, bukan berarti hanya itu yang bisa ditawarkan PLBN Entikong untuk para wisatawan. Pos yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini sedang melaksanakan pembangunan tahap kedua yang saat ini memasuki 45 persen. Pembangunan itu meliputi car wash, kantor pengelola PLBN, kantor pelayanan karantina kesehatan, hingga kamar es untuk jenazah untuk menampung jenazah TKI yang datang dari Malaysia. Untuk wisatawan, yang menarik adalah akan adanya pasar tradisional, pasar semimodern, pasar modern, sarana ibadah, perbankan, hingga food court yang akan melengkapi kebutuhan berwisata para pelancong.

"Di pasar tradisional akan dibuat semacam tribun, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk acara tertentu. Area hijau lapangan bisa dimanfaatkan masyarakat dari PLBN ketika ada tari tradisional, baik Dayak maupun Melayu," jelas Rudi.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

57 tahun lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

57 tahun lalu

Menjelajah Glodok Malam Hari, Jakarta Night Market Suguhkan Kuliner dan Hiburan Seru!

57 tahun lalu

Mencari Kedamaian di Bhutan, Destinasi Wellness Terbaik untuk Sembuhkan Jiwa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal