Keterlibatan sosial seperti ini juga berdampak positif pada kesehatan mental dan rasa aman. Dalam studi ini, flourishing dipahami sebagai kondisi hidup yang utuh, bukan sekadar bahagia sesaat.
Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan fisik dan mental, kualitas hubungan sosial, karakter pribadi, hingga stabilitas hidup secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan kesejahteraan tidak selalu sejalan dengan kekuatan ekonomi.
Fakta Amerika Serikat berada di kelompok menengah semakin menguatkan kesimpulan tersebut. Pendapatan tinggi belum tentu membuat masyarakat merasa hidupnya bermakna, terutama jika hubungan sosial dan tujuan hidup tidak terbangun dengan kuat.