Konsep tata ruang permukiman ini menganut prinsip tri mandala. Konsep ini secara fungsi dan tingkat kesuciannya dibagi dalam tiga ruang, yaitu ruang utama, ruang madya, dan nista.
Nama Desa Panglipuran sendiri berasal dari kata "Pengeling" dan "Pura" yang bermakna mengenang tempat suci para leluhur.
Penduduk dari desa ini kebanyakan berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani yang bermigrasi karena suatu alasan.
Semua bangunan rumah di desa ini tampak saling mirip satu sama lain di mana setiap rumah selalu memiliki pintu gerbang dan uniknya lagi ukuran rumah para warga di desa ini juga sama persis.
Waktu terbaik mengunjungi Desa Penglipuran adalah ketika menjelang Hari Raya Galungan atau setelah Hari Raya Galungan. Pada saat itu, Anda dapat melihat barisan penjor yang menghiasi setiap rumah desa.
Untuk masuk ke desa wisata ini, Anda harus membayar retribusi. Anda bisa membayar Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak, ditambah dengan biaya parkir sebesar Rp5.000. Dengan harha tiket masuk itu, Anda sudah bisa menikmati indahnya panorama Desa Penglipuran.
Desa Penglipuran berada di Kecamatan Bangli, Pulau Bali. Berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Denpasar. Bagaimana, tertarik menjelajahi Desa Penglipuran?