Sementara itu, Pemerintah daerah Rohil mencatat kurang lebih 75 ribu wisatawan hadir dalam event yang masuk dalam kalender pariwisata nasional ini.
Para wisatawan kebanyakan datang dari warga Tiongkok, Taiwan, dan warga keturunan Tionghoa.
“Perputaran uang selama Bakar Tongkang sangat besar. Hotel-hotel penuh. Pedagang kuliner, pedagang perlengkapan berdoa, hingga para penarik becak semua kebanjiran rejeki,” kata Bupati Rohil Suyatno.
Puncak acara Festival Bakar Tongkang sendiri ketika kapal dibakar, peserta begitu antusias untuk melihat arah tiang tongkang itu jatuh.
Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, arah jatuhnya tiang menunjukkan keselamatan dan peruntungan usaha. Di mana peruntungan tahun ini berada di laut berdasarkan jatuhnya tiang.