Irwan menjelaskan, puncak festival tahun ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Bhumi Pasar Hijau (BPH) yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Sebelum acara puncak, masyarakat lebih dahulu terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengedepankan partisipasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian pra-event tersebut meliputi aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.
Menurut Irwan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa kelestarian danau tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
"Ini rangkaian kegiatan closing dari teman-teman BPH, kebetulan kita dari BPH Pasar Hijau ada kegiatan di Kampung Tambakan, ini adalah closing ceremony-nya setelah melaksanakan kegiatan beberapa bulan," ujarnya.
Penyelenggaraan Festival Rakyat Danau Lido juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasar Hijau, Danone, hingga KEK MNC Lido City.