Festival Underwater Banyuwangi, Lebih Dekat Mengenal Konservasi Laut

Vien Dimyati
Melihat keindahan bawah laut (Foto: Ist)

"Banyuwangi juga dapat menjadi contoh, kelompok masyarakat, selain berprofesi menangkap ikan, mereka punya alternatif lain seperti pariwisata misalkan. Ini merupakan peluang bagi untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kelautan secara beriringan dan berkelanjutan," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, upaya konservasi yang dilakukan, selain dapat melestarikan laut, akan berimbas pada manfaat lainnya seperti wisata bahari. "Ke depan mungkin bukan saatnya lagi pemerintah bicara, pidato banyak ke nelayan, anak-anak milenial. Terlebih soal konservasi. Dengan konservasi, kita bisa mengajak pemuda, mahasiswa untuk menyelam. Itu memberi pelajaran langsung betapa pentingnya konservasi untuk mengembalikan lagi indahnya laut kita," tutur lelaki yang akrab disapa Anas ini. "Tentunya festival ini menjadi sarana untuk kampanye laut beranda kita", ujarnya.

Ia juga mengatakan, nelayan-nelayan di kawasan Bangsring terus menunjukan perilaku positif untuk mengembangkan daerahnya. "Ini adalah bentuk partisipasi rakyat dalam memajukan daerah," katanya.

Anas berharap, sinergi antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat terus berjalan dengan baik. "Banyak potensi kelautan di Banyuwangi yang bisa digarap. Balai pelatihan dan penyuluhan kelautan baiknya membuka pintu lebar-lebar untuk masyarakat sekitar," ujarnya.

Acara Festival Underwater ini merupakan yang kedua kalinya digelar, sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2016 lalu.

Sebelumnya, Festival Underwater di Bangsring ini pernah mencatat Rekor Muri pada Banyuwangi Underwater Festival 2016. Saat itu, sebanyak 56 nelayan Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo itu, berhasil menyelam selama 28 jam di Perairan Bangsring, yang digelar selama dua hari. Para nelayan ini secara bergantian melakukan penyelaman selama 30 menit.

Bangsring Underwater merupakan kawasan konservasi bawah laut yang dikelola oleh nelayan Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Pada 2017 kelompok nelayan di kawasan itu menerima Kalpataru dari Presiden RI karena mampu mengubah pola pikir dari yang dulunya pengebom ikan, menjadi aktif melakukan restorasi terumbu karang.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
5 tahun lalu

Indahnya Underwater di Tengah Hutan Bojonegoro, Air Jernih dan Sejuk

Destinasi
8 tahun lalu

Menelusuri Keindahan Bawah Laut Pulau Siladen, Surga Dunia Berpasir Putih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal