"Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah," kata Nugraha.
Menurut Nugraha, Krakatau memiliki nilai penting dari sisi geologi sekaligus menjadi bagian dari potensi wisata Banten. Namun, aktivitas wisata tetap perlu mengikuti ketentuan dan pemantauan resmi pemerintah.
"Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan serta pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman untuk dikunjungi," ujarnya.
Sejalan dengan penjelasan tersebut, pengelola Tanjung Lesung menyatakan aktivitas kawasan masih berjalan normal. Pemantauan terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau juga terus dilakukan bersama instansi terkait.
Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG, serta instansi terkait untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung api.