"Melalui program ini, kami akan membangun kemitraan untuk membuka jalan ke pasar Jepang sekaligus belajar dari standar hospitality di sana untuk meningkatkan kualitas pengalaman tamu kami," kata Indra.
Dengan pendekatan tersebut, ekspansi tidak semata-mata dipandang sebagai upaya membuka tempat menginap baru. Ada proses adaptasi yang perlu dilakukan agar konsep yang telah dikembangkan di Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis dan karakter wisatawan Jepang.
Rencana pengembangan di Jepang juga tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Konsep dan lokasi akan lebih dulu dikaji sebelum masuk ke kemungkinan proyek percontohan.
Tahapan tersebut penting karena keberhasilan sebuah konsep akomodasi di satu negara tidak otomatis membuatnya dapat diterapkan dengan cara yang sama di negara lain.
Melalui TSE Asia Startup Hub 2026, jaringan yang tersedia akan dimanfaatkan untuk membuka pembicaraan dengan calon mitra mengenai berbagai kemungkinan, mulai dari konsep hingga model pengoperasian.