Keindahan Telaga Sarangan (Foto: Instagram @yudhasoc/@prima.jatourtravel)
Melati Pratiwi

JAKARTA, iNews.id - Pesona keindahan alam yang ada di Telaga Sarangan menarik untuk dijelajahi. Telaga Sarangan dikenal sebagai Telaga Pasir yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan terletak di lereng Gunung Lawu.

Telaga ini tidak hanya indah, tapi juga dikenal memiliki mitos dan legendaris menyeramkan. Namun, legenda tersebut bukan terkait makhluk halus yang berkeliaran di sana. Kisah  mitos tersebut mengenai pasangan kekasih akan putus jika menyambangi Telaga Sarangan.

Lantas, seperti apa kisah tersembunyi yang ada di Telaga Sarangan di kaki Gunung Lawu? Berikut ulasannya dirangkum pada Kamis (11/8/2022).

Telaga Sarangan terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga ini diyakini memiliki kekuatan gaib. Kekuatan semacam ini kabarnya sangat berbahaya bagi dua sejoli yang belum terikat pernikahan. 

Hubungan muda-mudi kono akan diwarnai gonjang-ganjing selepas menghabiskan waktu Telaga Sarangan. Apa pun itu masalahnya, kelak ikatan cinta mereka bisa kandas di tengah jalan. Hal ini disebabkan dari kekuatan gaib yang disebut-sebut pula sebagai kutukan. Tapi perlu diingat lagi, ini hanyalah kepercayaan masyarakat Telaga Sarangan yang entah muncul sejak kapan.

Selain mitos dua sejoli akan segera bubar usai berkunjung ke Telaga Sarangan, ada pula legenda cukup populer soal dua ekor naga yang mendiami tempat tersebut. Dua naga itu diceritakan sebagai jelmaan Kyai dan Nyai Pasir atau Kyai dan Nyai Jalilung.

Mereka berubah menjadi ular naga usai menyantap sebutir telur di pancuran air. Lokasi itu lah yang kemudian berubah menjadi Telaga Sarangan. Tapi di samping itu semua, Telaga Sarangan merupakan destinasi wisata yang sayang dilewatkan jika berkunjung ke daerah Magetan. Terang saja, telaga ini menawarkan hawa sejuk serta hamparan air yang luas dan memanjakan mata.

Tak sampai di situ saja, bentangan pegunungan Sidoramping di sekitar area Gunung Lawu pun turut menjadi alasan setiap pengunjung betah berlama-lama di sana. Penasaran ingin menjajal menjelajahi Telaga Sarangan?



Editor : Vien Dimyati

BERITA TERKAIT