Aktivitas ini sangat diminati. Tabuh Lesung, merupakan salah satu budaya masyarakat Desa Pandean yang telah ada sejak zaman penjajahan dan masih dilestarikan hingga kini. Menariknya lagi, lesung yang digunakan telah berusia 150 tahun. Sedangkan penabuh atau pemukul lesungnya adalah para ibu-ibu yang punya kekuatan energik.
Mungkin nama alat musik ini, tak begitu akrab di telinga. Alat musik ini memang sudah langka, di mana musik ini biasanya dimainkan menggunakan alat semacam rebana, jedor, juga kendang panjang yang unik. Diiringi dengan alunan suara dengan nada tinggi, yang dinamakan ngelik. Istimewanya, untuk memainkan alat musik ini dilakukan oleh 8 orang laki-laki yang telah berusia lansia.
Wisatawan yang datang ke desa ini dapat belajar seni Karawitan di nana biasanya dimainkan oleh sekelompok lansia dengan klenengan, yang memberikan nuansa khas alam pedesaan. Selain berbagai aktivitas menarik, wisatawan juga bisa mencoba berbagai menu tradisional dari Desa Pandean, seperti nasi thiwul, sambal cirang, nasi goreng tikar, jangan menir, serta jamu khas.
Jalan menuju ke Desa Pandean tidak begitu bagus, berupa tanah dan bebatuan. Sebagian jalannya juga sudah ada yang dicor menggunakan semen. Namun, saat musim hujan diperkirakan jalanan tersebut sedikit licin, sehingga wisatawan yang datang harus berhati-hati.