Kemenparekraf Sosialisasikan Batik di Sektor Fashion dan Budaya sebagai Warisan Indonesia

kevi laras
Kemenparekraf Sosialisasikan Batik di Sektor Fashion dan Budaya sebagai Warisan Indonesia (Foto: Kemenparekraf)

"Kita sedang menggiatkan para pencipta dan pencinta budaya, para fashionista atau desainer agar para pengrajin swasta terutama batik bisa menggunakan pewarna dari bahan alam. Lalu menggunakan bio paraffin dari kelapa sawit gantikan paraffin berbasis minyak bumi, ini kita sosialisasi implementasikan," ujar Yuke lagi

Sehubungan dengan batik, juga disampaikan oleh Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, kalau bisa membangkitkan perekonomian masyarakat. Salah satu contohnya, Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, mampu memikat wisatawan mancanegara dan nusantara.

"Aktivitas batik juga menjadi (pembangkit) wisata yang bisa mendatangkan wisatawan contohnya, ada satu desa wisata batik tulis di Yogyakarta. Yang sudah berhasil mendatangkan hampir 4.000 wisatawan, setiap bulan," ujar Wamenparekraf Angela.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo Soroti Perubahan Industri Media, Inovasi Jadi Kunci Bertahan

17 hari lalu

Mendiskusikan Resilience Leadership Bersama Angela Tanoesoedibjo, Disa Novianty dan Hendra Lembong di Makassar Leadership Summit 2026

21 hari lalu

Peringati Hari Batik Nasional, PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara

22 hari lalu

Pahlawan Nasional Dibawa ke Era Fashion Modern lewat Batik, Ada Pesan di Baliknya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal