Tak bisa dipungkiri, setiap profesi tujuan utamanya adalah memang untuk mendapatkan cuan. Meski begitu, Donny menyebut, baik berprofesi dalam industri travel maupun lainnya, kita harus menjalankan profesi dengan enjoy dan profesional. Hal itu menurutnya agar, profesi yang dijalani tidak dianggap menjadi beban. Dengan begitu cuan akan mengikuti dengan sendirinya.
“Kita nggak perlu ngarep oh ini ini. Ya kalau memang namanya kerja, yang penting kita make sure tamu yang kita bawa itu baik-baik saja dan happy dan mereka juga nggak bakal hitung-hitungan kok,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Donny juga menyebut, meskipun harus berkali-kali terbang ke berbagai negara karena profesinya itu, dia mengaku tak pernah merasa jet lag ataupun shock culture. Pasalnya, selain karena menikmati profesinya itu, setiap negara yang dia kunjungi tentu memberikan pengalaman menarik tersendiri.
“Mungkin kalau kaya profesi aku, karena kita kan sebagai tour leader, kita sering pergi ke satu negara berkali-kali. Jadi udah nggak ada tuh kaya shock culture,” ujarnya.
“Mungkin buat kita sudah bisa mengatasi yang namanya jet lag atau culture shock. Tapi biasanya buat para peserta atau tamu-tamu yang ikut, mereka justru mengalami shock culture itu,” kata Donny.