Kisah Pilu Bunker Kaliadem yang Kini Jadi Tempat Wisata Populer di Yogyakarta 

Kiki Oktaliani
Mengintip Bunker Kaliadem di Sleman (Foto: Instagram @yosigravica/@gemilangmiko)

Kisah bunker Kaliadem ini bermula ketika, dua orang relawan bernama Sudarwanto dan Sarjono yang ditugaskan untuk membantu mengevakuasi masyarakat sekitar lereng Merapi kala itu. Pada 15 Juni, 2006  Sudarwanto tengah melaksanakan piket dan sempat memberikan kabar kepada temannya bahwa di dalam bunker terdapat dua orang. 

Tak lama dia melihat Gunung Merapi mengalami erupsi, kedua relawan tersebut memerintahkan masyarakat desa untuk berlindung dan masuk ke dalam bunker Kaliadem, agar terhindar dari wedus gembel atau terkaan awan panas gunung Merapi.

Bukannya menuruti perkataan Sudarwanto dan Sarjono, para warga justru mengabaikan perintah tersebut, dan berlarian ke area persawahan. Akhirnya mereka berdua yang masuk ke dalam bunker tersebut. Bunker Kaliadem memang dirancang untuk tahan dari terjangan awan panas serta partikel-partikel kecil yang keluar dari mulut gunung Merapi.

Namun, nasib berkata lain rupanya bunker tersebut tidak dibuat kedap dari panasnya lahar Mandrageni. Keadaan semakin mencekam ketika bunker bocor, dan lahar api panas masuk ke dalamnya. Usaha kedua relawan ini sia-sia karena mereka terjebak dengan lahar api panas yang terus memenuhi bunker, ditambah material vulkanik yang menimbun bunker benar-benar mempersulit upaya mereka untuk keluar.

Terjebak di dalam bunker dengan suhu 700 derajat celcius

Bunker yang harusnya menjadi tempat untuk berlindung, sekejap menjadi oven panas bagi kedua relawan malang tersebut. Jenazah keduanya baru bisa dievakuasi setelah 2 hari kemudian, dan tahukah Anda berapa suhu udara di dalam bunker saat pertama kali dibuka?

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
27 hari lalu

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km Mengarah ke Kali Krasak dan Boyong, Warga Diminta Waspada

27 hari lalu

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km, Status Siaga

31 hari lalu

Ilmuwan BRIN Temukan Spesies Katak Baru, Hanya Hidup di Gunung Merapi

1 bulan lalu

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,7 Km, Status Siaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal