Usai acara, Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa Kemenpar memandang Prambanan Shiva Festival sebagai salah satu upaya diversifikasi produk pariwisata untuk menjangkau lebih banyak wisatawan, terutama dari kawasan Asia dan India.
Prambanan Shiva Festival 2027 direncanakan menghadirkan dua agenda utama, yakni Shivaratri pada Januari dan Mahashivaratri pada Maret 2027.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Kemenpar juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar India di Indonesia dalam mempromosikan paket perjalanan wisata yang terintegrasi dengan festival tersebut.
“Promosi melalui pemasaran ke India sudah dilakukan, kemudian ke Paris, dan bulan depan akan kami bawa ke WTM London. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan Kedutaan Besar India agar jangkauan promosi terkait Prambanan Shiva Festival ini bisa jauh lebih luas,” katanya.