Mengenal Air Terjun Janda Beranak Tiga, Surga Tersembunyi di Hutan Belantara Kalimantan

Kiki Oktaliani
Mengenai Air Terjun Janda Beranak Tiga (Foto: Instagram@uni_jalanjalan)

Mengenal Air Terjun Janda Beranak Tiga

Penemuan air terjun ini bermula dari warga setempat yang membuka jalur atau trek motor trail di kawasan pegunungan Pamoton. Dari kawasan pegunungan, warga tak sengaja melihat aliran air yang turun dari atas. Adapun latar belakang nama Air Terjun Janda Beranak Tiga diambil dari sejarah pada saat zaman penjajahan.

Berdasarkan kisah warga, dulunya air terjun tersebut merupakan hutan belantara yang digunakan sebagai tempat untuk bersembunyi masyarakat sekitar di era kekuasaan Jepang di Indonesia.

Dahulu, ada warga yang menyembunyikan keluarganya di daerah tersebut. Hutan ini dianggap sebagai tempat persembunyian seorang janda dan ketiga anaknya pada masa penjajahan Jepang dahulu kala. Meskipun penamaannya tidak begitu memiliki korelasi, banyak sekali masyarakat sekitar yang penasaran untuk melihat secara langsung Air Terjun Janda Beranak Tiga.

Akses menuju Air Terjun Janda Beranak Tiga

Sama halnya dengan air terjun pada umumnya, lokasi Air Terjun Janda Beranak Tiga memiliki jarak yang lumayan jauh dari pemukiman penduduk. Beberapa area jalan menuju air terjun cukup bagus, namun menjelang tiba di lokasi, pengunjung harus ekstra berhati-hati karena jalanan tersebut berupa tanah akan becek atau licin setelah hujan.

Tiket masuk Air Terjun Janda Beranak Tiga

Tiket masuk air terjun ini sangat terjangkau. Dengan membayar Rp5.000 Anda sudah bisa menikmati keindahan, kesegaran, serta serunya bermain air. Di sekitar area air terjun disediakan camping ground yang cukup luas, yang juga digunakan sebagai tempat parkir kendaraan para pengunjung. Adapun warung-warung makan di sekitar bagi Anda yang tak sempat menyiapkan bekal dari rumah bisa mampir ke warung-warung ini. 

Namun sayang berdasarkan penuturan para pengunjung yang telah datang ke Air Terjun Janda Beranak Tiga, masih saja ada pengunjung yang lalai dan membuang sampah secara sembarangan. Hal ini tentu sangat merusak alam dan pemandangan alami di sekitar lokasi wisata.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
3 hari lalu

Bali Masih Jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran, Ini Buktinya!

Seleb
14 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
14 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
14 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Destinasi
18 hari lalu

Tempat Wisata di Semarang yang Underrated, Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal