Mengenal Candi Singosari, Bagian Arcanya Baru Dikembalikan Belanda usai Disimpan Selama 3 Abad

Novie Fauziah
Mengenal Candi Singosari yang bagian arcanya baru dikembalikan Belanda (Foto: Instagram @fajarindrayunanto)

Seperti dalam situs resmi Kabupaten Malang, Candi Singosari berlokasi di daerah Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari. Jarak tempuh 300 meter dari Kecamatan Singosari.

Jika dari Kota Kabupaten Malang dapat ditempuh sejauh kurang lebih 10 km ke arah Utara. Sementara dari arah Surabaya kurang lebih berjarak 88km ke arah Selatan.

Untuk dapat menuju Candi Singosari, dapat ditempuh dengan kendaraan mobil atau taksi baik dari Kota Kabupaten Malang atau Kota Surabaya.

Candi Singhasari atau Candi Singasari atau Candi Singosari adalah candi Hindu -Buddha peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari. Usut punya usut, perkembangan cerita Candi Singosari dapat dihubungkan dengan Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari.

Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman kompleks candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292.

Candi tersebut didirikan bersamaan dengan waktu diadakannya upacara Sraddha, yaitu upacara untuk memperingati 12 tahun sesudah raja wafat atau tahun 1304 Masehi, masa pemerintahan Raden Wijaya, Raja Majapahit I.

Di kawasan candi ini memiliki arca Dwarpala, yakni patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Budha, berbentuk manusia atau hewan. Ada dua Arca yang terletak di sebelah Barat situs Candi Singosari.

Situs itu berbentuk dua Arca Dwarapala yang dibuat dari batu Monolitik dengan ketinggian 3,70m. Sedangkan di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang juga terdapat 2 Arca Dwarapala yang tingginya sekitar 3,5m dan terletak di pinggir jalan, saling berhadapan.

Nama Dwarpala diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna penjaga pintu atau pengawal pintu gerbang. Kemudian jika menengok bangunannya bergaya menara tersusun atas batu andesit yang disusun dengan sistem kuncian. Bangunan candi didasari oleh batur berbentuk persegi setinggi 1,5 meter tanpa hiasan.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Seleb
7 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
7 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
7 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Destinasi
11 hari lalu

Tempat Wisata di Semarang yang Underrated, Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal