Keunikan dan Daya Tarik Wisata
Ketika menginjakan kaki di desa yang memiliki luas 7,2 hektare ini, pengunjung langsung disambut dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi desa, deretan pohon-pohon kelapa, serta pohon mangrove di sepanjang pantai bagian selatan dan barat.
Bagi pengunjung yang ingin bermalam, terdapat sembilan homestay yang lokasinya langsung menghadap ke laut, sehingga pengunjung bisa menikmati momen sunrise dan sunset. Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat ikan-ikan kecil, walking shark, dan lainnya di area homestay.
Selain alamnya yang menakjubkan, seni dan budaya masyarakat setempat juga masih sangat kental. Semisal Tradisi Mansorandak atau tradisi injak piring untuk menyambut sanak saudara yang pergi merantau jauh dari tempat asal. Selain itu ada Tari Tanah, Tari Dayung, Tari Cakalele, dan Suling Tambur.
Lalu turis yang berkunjung juga bisa berwisata kuliner dengan menikmati hidangan yang memiliki cita rasa khas Raja Ampat, seperti ikuy, papeda, sinole yang terbuat dari sagu, kue aewon yang terbuat dari buah mangrove, buah manikur atau ubi porang, serta sagu kelapa.
Bagi pengunjung yang ingin membeli suvenir, terdapat berbagai produk kerajinan yang dibuat oleh mama-mama di desa Arborek. Seperti noken Arborek yang merupakan tas berbahan dasar daun pandan dengan teknik pembuatannya yang dianyam. Tas noken biasanya digunakan untuk membawa belanjaan dari pasar. Ada juga anyaman topi yang berbentuk pari dan bintang laut dan pakaian yang terbuat dari kulit kayu.
Untuk dapat ke Desa Wisata Arborek diperlukan waktu sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan dari pelabuhan Sorong dengan menggunakan speed boat. Meskipun memiliki waktu tempuh yang cukup lama, tapi terbayarkan dengan sejumlah pengalaman wisata komplit seperti yang sudah dijelaskan.