Mengenal Desa Bengkala Bali, Warganya Bisu dan Tuli karena Mitos Kutukan

Wilda Fajriah
Mengenal Desa Bengkala (Foto: Instagram@fotokitaid)

2. Punya tarian khas yang dilakukan oleh tunarungu dan tunawicara

Desa Bengkala juga memiliki Tari Janger Kolok, yakni tarian yang semua penarinya adalah orang kolok alias bisu dan tuli. Bagi siapapun yang ingin belajar tarian ini dipersilahkan tanpa mengenal batasan usia.

3. Para warga percaya kolok adalah kutukan

Meski di desa itu kerap dijadikan objek penelitian, sejauh ini warga masih tetap memercayai, kekolokan yang terjadi disebabkan oleh kutukan.

Selama orang kolok masih ada di Desa Bengkala, warga percaya, kutukan itu belum hilang. Meski demikian, hal tersebut menjadi kelebihan bagi desa tersebut, warga kolok di Desa Bengkala mendapat perlakuan istimewa.

Mereka tidak dikucilkan, justru posisinya tetap sejajar dengan warga dengan fisik normal lainnya. Warga penyandang disabilitas diberikan kebebasan untuk tidak ikut gotong-royong hingga kewajiban memberikan iuran untuk mendukung upacara keagamaan.

4. Sudah ada sejak dulu

Menurut catatan berbentuk lempengan tembaga dari zaman pemerintahan Paduka Sri Maharaja Haji Jayapangus Arkaja China (1133-1173 Masehi), ditemukan data mengenai desa Bengkala tetapi juga disebut Bengkala oleh masyarakat.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
2 hari lalu

Tak Cuma Bali, Kemenpar Ajak Turis Asing Jelajahi Danau Toba hingga Labuan Bajo

3 hari lalu

Bukan Cuma Pantai, Tanjung Lesung Bakal Punya Wisata Skydiving

5 hari lalu

Mengintip Destinasi Wisata di Kawasan Ubud Bali dari Budaya, Cagar Alam hingga Habitat Kera

7 hari lalu

Bangkit Pascakebakaran, Bantuan PNM Bersama BRINS Nyalakan Harapan Warga Sade

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal