Mengenal Eksotisme Dusun Cepit yang Tersembunyi di Lereng Gunung Sumbing

Vien Dimyati
Keindahan Dusun Cepit (Foto : Instagram@ayodolan)

Ritual di Dusun Cepit ini cukup menarik bagi wisatawan, karena ada keunikan di dalamnya, antara lain, dalam membawa makanan warga menggunakan tenong. Kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Pagergunung kepada Tuhan YME.

Plabengan sendiri merupakan petilasan yang konon dulunya tempat berkumpul Ki Ageng Makukuhan, seorang tokoh penyebar agama Islam, bersama para muridnya.

Untuk memperingati dan meneruskan tradisi ini, penduduk Desa Pagergunung melakukan tradisi unik Nyadran. Prosesi mengunjungi Punden Plabengan dan makam leluhur.

Prosesi Rejeban Plabengan diawali dengan ritual doa malam Jumat di Punden Plabengan yang melibatkan para lelaki warga desa. Mereka akan membawa ratusan obor di sepanjang jalan menunju punden. Acara ini dipimpin oleh sesepuh atau pemangku adat desa yang memakai pakaian adat Jawa berupa beskap dan blangkon.

Paginya, seluruh warga harus berjalan sejauh hampir dua kilometer dari Dusun Cepit menuju puncak Gunung Sumbing. Mereka membawa bekal makanan berupa dua sisir pisang atau lebih, ketan dan jenang, ingkung ayam, serta aneka lauk pauk. Bekal ini dibawa dalam dua tenong yaitu wadah makanan berbentuk bundar yang terbuat dari anyaman bambu.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
2 bulan lalu

Di Balik Sunyi Puhsarang, Destinasi Religi Menyimpan Jejak Sejarah

Destinasi
3 bulan lalu

5 Destinasi Wisata di Banyuwang, Liburan Murah Tidak Bikin Kantong Jebol

Destinasi
4 bulan lalu

Nusantara International Convention Exhibition Dibuka Jadi Destinasi MICE Terbaru

Buletin
1 tahun lalu

Viral! Sensasi Kuliner ala Jepang di Kaki Gunung Ciremai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal