Mengenal Kesenian Lengger Banyumas lewat Film Tarian Lengger Maut, Miliki Aura Mistis

Vien Dimyati
Kesenian Lengger Banyumas (Foto: YouTube)

Eye Supriyadi selaku produser Tarian Lengger Maut mengatakan, film yang syuting di Kaki Gunung Slamet ini sekaligus mengangkat budaya Banyumas yang melibatkan para pekerja kreatif Banyumas.

"Hanya saja kendala utama kawan-kawan pekerja kreatif, utamanya pegiat film kurang percaya diri untuk terlibat dalam produksi skala komersial, demikian juga belum banyak investor daerah yang melirik sektor industri film," kata Eye Supriyadi, melalui keterangannya, belum lama ini.

Eye menjelaskan, memang iklim perfilman di Banyumas belum terbentuk. Ini adalah hal wajar, namun, film Tarian Lengger Maut menjadi pembuktian, pekerja kreatif Banyumas mampu mengikuti ritme produksi film skala komersial.

Dia berharap, di masa mendatang akan ada lebih banyak lagi film komersial yang diproduksi di Banyumas, sehingga bisa terbentuk iklim industri film daerah yang ikut memperkaya khasanah perfilman Indonesia. 

"Tentu tidak akan instan, perlu waktu dan perjalanan panjang untuk menuju ke sana, akan tetapi paling tidak film Tarian Lengger Maut ini sudah menjadi pembuka jalan bagi industri film di daerah," kata Eye.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Kunker ke Banyumas, Prabowo Sempatkan Ziarahi Makam Kakeknya Margono Djojohadikusumo

Nasional
7 hari lalu

Prabowo Tinjau TPST di Banyumas, Lihat Teknologi Olah Sampah Jadi Genting

Nasional
7 hari lalu

Prabowo ke Banyumas usai Jenguk Korban Kecelakaan Kereta, Cek Pengelolaan Sampah

Destinasi
16 hari lalu

Serunya Arak-arakan Gunungan di HUT ke-51 TMII, Pengunjung Antusias Berebut Hasil Bumi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news