Berjalan beberapa langkah, wisatawan akan disuguhkan miniatur rumah dua lantai khas China. Tino menyebut bila masyarakat di sini selalu bekerja hingga sedikit waktu untuk berakhir pekan, sehingga rumah dua lantai ini dibuat.
"Untuk orang yang ingin beristirahat sambil bekerja, ini rumah yang tepat. Di lantai bawah mereka bisa bekerja, lalu menutup toko pada sore hari dan istirahat di lantai dua rumah," ucapnya.
Pria ramah ini menambahkan, bangsa Portugis mengadopsi sistem rumah dua lantai tersebut, sehingga di negaranya dan beberapa wilayah jajahannya terlihat model bangunan seperti ini.
Lantai teratas dari bangunan Macao Museum terdiri dari benteng yang dikelilingi oleh meriam. Benteng peninggalan Portugis ini menjadi saksi posisi Macao amat strategis di masa lalu sebagai penyalur berbagai komoditi dari China dan asia menuju Eropa.
Apalagi di masa lalu persaingan antara Portugis dan Belanda sangat besar saat keduanya bersaing untuk memonopoli perdagangan rempah dunia. Meriam tersebut mengelilingi benteng dan langsung menuju laut.
Tidak seperti benteng kebanyakan, bangunan ini terbuat dari bahan di sekitar Macao seperti tanah liat, pasir, jerami padi, batu, dan cangkang tiram. Bangunan tersebut dibuat lada abad 16 hingga 17.
Selain Macao Museum, Macao memiliki banyak tempat yang bisa dijadikan rujukan untuk berlibur. Bila bingung, bisa langsung mengunjungi jelajahmacao.com.