Syekh Nawawi berhasil menyelesaikan sekitar 115 kitab berisikan ilmu tauhid, fiqh, dan hadist serta menafsirkan kitab kuning yang hingga saat ini menjadi rujukan para ulama dan pesantren di Nusantara hingga mancanegara.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, dalam masterplan pengembangan wisata religi tidak hanya di Tanara tetapi di banyak tempat di Banten dengan tujuan agar wisatawan yang berkunjung ke Serang dan Banten memiliki lama tinggal lebih lama.
“Kita harapkan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Banten bisa mencapai 8 hari sesuai standar nasional karena banyak destinasi wisata religi yang dapat dikunjungi yang sebelumnya akan kita tata agar lebih menarik” kata Arief Yahya.
Sementara itu, Kasepuhan Kesultanan Banten Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soeryaatmadja berharap ke depan Provinsi Banten akan berjaya dengan wisata religi selain menciptakan lapangan kerja, meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakatnya, juga melestarikan budaya.
“Kami berharap wisata religi di Banten dikembangkan secara konprehensif,” kata Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soeryaatmadja.
Hal senada juga disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang mengatakan, pengembangan wisata religi Syekh Nawawi Albantani di Tanara menjadi awal dari pengembangan wisata religi di Kabupaten Serang, Banten.
“Untuk mengembangkan wisata religi di Serang harus didukung masyarakat. Kita berharap pengembangan wisata religi ini dapat mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan indeks kebahagian masyarakat,” kata Ratu Tatu Chasanah.