Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Lereng Gunung Lawu, air terjun ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal ataupun mancanegara. Bila dilihat dari jauh, air terjun ini seperti memiliki dua aliran air. Karena pemandangan inilah tempat ini dijuluki air terjun pengantin. Sebenarnya, air ini bukan terbelah menjadi dua atau mempunyai dua air terjun, melainkan airnya jatuh dari atas tebing.
Debit airnya tak terlalu besar. Juga tak terlalu sedikit, meski musim kemarau datang. Airnya jernih dan segar. Biasanya, pengunjung bermain dan merendam kaki di aliran sungai yang meneruskan limpahan air terjun. Untuk mencapai lokasi air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 30 meter ini, Anda harus menuruni 116 anak tangga. Setelah itu, Anda masih harus berjalan lagi sekitar 100 meter, dengan kondisi jalan yang cukup landai menanjak.
Di depan air terjun, Badan Umum Milik Desa Berjo yang mengelola tempat wisata ini membuat jembatan. Lokasi ini menjadi tempat favorit pengunjung berfoto dengan latar air terjun. Anda juga bisa bermain air di bawah jembatan ini. Air di sini sangat dingin.
Pengelola juga membuat bangku-bangku dari kayu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk melepas lelah dan menikmati kawasan wisata ini. Ada satu hal menarik yang menjadi pesona khas dari air terjun ini, yaitu adanya pelangi. Anda harus datang pagi hari untuk bisa menyaksikannya. Pelangi tersebut akan muncul sekitar pukul 10.00 WIB.
Lokasi Air Terjun Jumog sekitar 40 km dari pusat Kota Solo. Harga tiket masuknya Rp5.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp15.000 per orang untuk wisatawan asing. Jam operasionalnya mulai buka pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Lahan parkirnya cukup luas dan aman karena ada penjaga dari pihak pengelola. Biaya parkir kendaraan Rp2.000 untuk roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat. Bagaimana, tertarik menikmati Air Terjun Jumog?