Tercatat pada hari pertama, event langsung dipadati ribuan wisatawan. Mereka tampak antusias menyaksikan acara Lomba Lukis dan Penampilan Lukis oleh Komunitas Seni.
“Jembrana tetap fokus membangun industri pariwisatanya. Sebab, sektor unggulan ini sudah terbukti efektif untuk menggerakan perekonomian. Dampak positifnya sangat luar biasa. Hampir semua lini bisnis bisa menikmati value aktivitas pariwisata,” ujar Putu Artha.
Festival ini juga menyuguhkan Tari Penyambutan Cempaka Putih yang dibawakan oleh Sanggar Kumara Widya Suara. Tarian ini menggambarkan keindahan bunga cempaka putih. Bunga tersebut jadi representasi dari kesucian, kelembutan, dan keharuman. Gerakan tarinya sangat indah.
“Program Bali Recovery sangatlah vital. Muaranya pergerakan besar wisatawan. Dan, Jembrana menjadi destinasi unik dan menarik. Koneksinya langsung dengan Jawa Timur. Kehadiran Festival Gilimanuk 2019 akan memberi efek luar biasa. Apalagi, warna budaya Jembrana sangat eksotis,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani.
Budaya Pulau Dewata semakin kental dengan kehadiran Tari Makepung. Tarian tersebut jadi gambaran balapan kerbau. Tari Makepung menonjolkan unsur kegembiraan para petani yang mengangkut hasil panennya.