Tak hanya Taman KEHATI, ada pula River Tubing di hilir Sungai Pusur sebagai bagian dari Program Kali Bersih (Prokasih). Bersama Bank Sampah, wisata tersebut dijadikan sebagai alat kendali untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah sekaligus mendorong perekonomian masyarakat sekitar, khususnya di sepanjang aliran Sungai Pusur.
"Diharapkan berbagai inisiatif tersebut dapat menjaga kelestarian sumber daya air di Klaten agar kemurnian dan kualitasnya selalu terjaga," ujar dia.
Selain mengembangkan Taman KEHATI, Karyanto mengungkapkan, dia juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS) Atap. PLTS Atap ini telah beroperasi sejak Februari 2020 dengan kapasitas sistem sebesar 2.912 kilowatt peak (KWp), yang menghasilkan listrik sebesar 4 Gigawatt hours (GWh) per tahun dan berkontribusi mengurangi emisi karbon sebesar 3.340 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
Mereka melakukan aktivitas konservasi di Kawasan Hilir Sungai Pusur. Karyanto dan timnya telah mengembangkan Program Tata Kelola Irigasi Berbasis Masyarakat di wilayah Sub Das Pusur. Melalui program ini, mereka memfasilitasi petani di wilayah hilir sub DAS Pusur untuk mengelola irigasi dengan bantuan Aplikasi Sistem Informasi Bagi Air Irigasi (SIBARI) dan pembentukan Forum Relawan Irigasi atau yang dikenal dengan nama Jogo Toya Kamulyan.
Program ini telah membantu petani dalam memperbaiki sistem irigasi lahan pertanian sepanjang 7.786 m saluran air, 22 pintu air, sehingga dapat mengaliri 89 hektare lahan pertanian serta perbaikan pola tanam, dan penerapan pertanian regeneratif. "Melalui semangat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai inisiatif tersebut dapat menjaga kelestarian sumber daya air di Klaten agar kemurnian dan kualitasnya selalu terjaga," tutur Karyanto.