"Data selama 20 tahun menunjukkan bahwa kekuatan paspor adalah salah satu ekspresi paling jelas dari modal geopolitik sebuah negara," ujarnya dikutip dari The Straits Times, Kamis (23/7/2026).
"Paspor terkuat dimiliki oleh negara-negara yang ingin dijadikan mitra oleh negara lain, baik dalam perdagangan, investasi, keamanan, maupun kerja sama. Mobilitas pada akhirnya menjadi ukuran nilai hubungan suatu negara dengan negara lainnya," tambahnya.
Henley Passport Index disusun berdasarkan data perjalanan resmi dari International Air Transport Association (IATA) yang digunakan maskapai penerbangan dan pemerintah di seluruh dunia untuk menentukan persyaratan masuk bagi wisatawan.
Bagi para pencinta perjalanan, peringkat ini menjadi gambaran bagaimana kekuatan sebuah paspor dapat membuka peluang menjelajahi dunia dengan lebih mudah, cepat, dan minim hambatan administrasi.