Perbedaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena penonton dapat melihat bagaimana kondisi geografis, sejarah, dan kebiasaan masyarakat turut membentuk kesenian daerah.
Rangkaian pertunjukan itu sekaligus menghidupkan fungsi TMII sebagai miniatur Indonesia. Berbagai identitas budaya yang tersebar di ribuan pulau dipertemukan dalam satu ruang, sehingga masyarakat dapat mengenal kekayaan Nusantara secara lebih dekat.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menilai kehadiran seluruh provinsi dalam satu pawai memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.
Menurutnya, festival ini menjadi terobosan karena kegiatan kebudayaan di TMII sebelumnya umumnya hanya melibatkan sebagian provinsi.
“Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini juga mendidik, karena membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).