Platform Digital Jadi Strategi Komunikasi Krisis Pariwisata di Tengah Pandemi

Vien Dimyati
Platform digital digunakan untuk komunikasi pariwisata (Foto: Kemenparekraf)

Selain itu, Kemenparekraf juga bekerja sama dengan stakeholders terkait, seperti instansi pemerintah dan swasta, serta komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas dalam menyebarkan informasi mengenai program dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Hal ini dilakukan agar publik menerima informasi yang akurat dan aktual dengan lebih cepat. Karena yang terpenting dalam menangani krisis adalah menjaga komunikasi baik dan menumbuhkan solidaritas antarpelaku terdampak,” ujar Agustini Rahayu.

Agustini menambahkan, pada masa pandemi Covid-19 ini, Kemenparekraf menemukan kekuatan baru dalam komunikasi krisis, yaitu pesan resiliensi pelaku parekraf atas pandemi yang melanda dan optimisme mereka dengan toleransi dan gotong royong, sektor parekraf akan mampu melalui krisis ini dan siap untuk bangkit lebih kuat.

Pesan inilah lanjut Agustini yang perlu digaungkan oleh seluruh negara anggota ASEAN agar semakin menumbuhkan kepercayaan wisatawan. Baik dalam maupun luar negeri, tentang kekuatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ASEAN.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Health
9 jam lalu

Obat Crestor dan Lipitor di Indonesia Lebih Mahal dibanding Malaysia, Menkes Bongkar Faktanya!

Nasional
9 jam lalu

Menkes Tegaskan Pajak Bukan Biang Kerok Harga Obat di Indonesia Super Mahal

Nasional
10 jam lalu

Menkes Kaget Harga Obat RI 5 Kali Lebih Mahal dari Malaysia!

Seleb
6 jam lalu

Hidup Tanpa HP, Fariz RM: Amat Sangat Tentram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal