Dalam puncak acara, pengunjung disuguhkan beragam kegiatan, mulai dari parade rakit berhias hasil kreasi warga, pentas seni budaya lokal, Pasar Bageur, bazar ikan nila hasil budidaya masyarakat, hingga talkshow mengenai tata kelola danau berbasis kolaborasi.
Festival ini juga menghadirkan Kids Eco-Corner sebagai ruang edukasi lingkungan bagi anak-anak. Selain itu, terdapat Pojok Sejarah Lido dan diseminasi hasil inovasi olahan pangan berbasis perikanan darat.
Sebelum puncak acara, sejumlah kegiatan pra-event telah digelar selama beberapa bulan. Rangkaian tersebut meliputi aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.
Kesuksesan festival ini tidak terlepas dari kolaborasi masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasa Hijau, Danone Indonesia, dan KEK MNC Lido City.
Irwan pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk KEK MNC Lido City yang menyediakan lokasi untuk pelaksanaan festival.
"Alhamdulillah, ucapan terima kasih kepada pihak yang telah mengizinkan tempat ini, karena ini masuk ke kawasan KEK. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas diizinkannya kegiatan ini dilaksanakan di kawasan," katanya.
Dengan dukungan pemerintah setempat dan antusiasme masyarakat, Festival Rakyat Danau Lido diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Lebih dari itu, festival ini berpeluang menjadi ruang pertemuan warga sekaligus pengingat pentingnya menjaga warisan alam dan budaya Danau Lido.