Keberagaman jalur tersebut turut membuat Ciremai dikenal di kalangan pendaki dengan pengalaman yang berbeda-beda. Namun, menaklukkan gunung ini tetap membutuhkan persiapan matang, termasuk perbekalan air, kondisi fisik, dan kepatuhan terhadap aturan pengelola.
Perlu diketahui, seluruh aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Ciremai telah ditutup sementara sejak 6 September 2026 untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan. Penutupan diberlakukan sampai risiko kebakaran dinyatakan aman.
Keindahan Gunung Ciremai kini dibayangi kebakaran yang kembali terjadi pada Rabu malam, 21 Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @kreatorfai, api masih menyala hingga Kamis pagi pukul 07.15 WIB.
Tim Brigdalkarhutla TNGC, Balai Brigdalkarhutla Jabalnusra, MPA, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, sejumlah mitra wisata TNGC, serta masyarakat sekitar kawasan hutan masih melakukan upaya pemadaman.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Hingga informasi tersebut disampaikan, belum tersedia keterangan terbaru mengenai luas lahan yang terdampak kebakaran maupun waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan seluruh api.