Sensasi Menjelajahi Tebing Breksi di Yogyakarta, Ada Pahatan Naga dengan Filosofi sebagai Penjaga

Melati Pratiwi
Keseruan liburan di Tebing Breksi (Foto: Instagram @riyanti.eny_s)

Sejarah Tebing Breksi

Wisata Tebing Breksi merupakan bekas lahan tambang batuan kapur. Selama bertahun-tahun, Tebing Breksi menjadi sumber pendapatan warga sekitar. Batuan kapur ini berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Hingga pada 2014, datang tim peneliti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pembangunan Nasional ke Tebing Breksi untuk melakukan peninjauan lebih lanjut.

Lewat penelitian tersebut, ditemukan jenis batuan langka bernama tufan dan Tebing Breksi akhirnya ditetapkan sebagai Geoheritage Yogyakarta. Imbasnya, tak diperbolehkan lagi ada kegiatan menambang batuan kapur di Tebing Breksi. Dari lokasi tambang, tempat ini lantas disulap menjadi kawasan wisata yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Mei 2015.

Keindahan Tebing Breksi

Menyaksikan tebing yang menjulang tinggi di Wisata Tebing Breksi dijamin tidak akan menjemukan. Jika diperhatikan lagi, setiap sudut tebing menawarkan keindahan yang juga bersifat edukatif. Pada permukaan dinding, diberikan sentuhan seni berupa ukiran-ukiran relief maupun patung. Semua itu tak terukir sembarangan melainkan menunjukkan cerita pewayangan, misalnya saja pahatan Arjuna ketika membunuh Buto Cakil. Ada pula pahatan naga serta patung dari tokoh wayang Semar.

"Ukiran-ukiran di sisi tebing menjadi daya tarik para pengunjung. Maka, perlu tahu ukiran naga dibuat berdasarkan filosofi, agar menjadi keartistikan Tebing Breksi. Ukiran ini berada di sisi tebing kecil yang didesain oleh sang pemahat sendiri @grabalizart_antok. Desain ini merupakan perpaduan antara ukiran naga Bali dan Yogyakarta," tulis  Instagram @tebingbreksi_official.

Menurut falsafah Jawa, naga berarti sang penjaga. Secara simbolis Tebing Breksi berada di bawah candi Ijo. Seperti bagian candi utama terdapat Lingga Yoni (Arca Perempuan) berbentuk naga. "Kami sesuaikan dari candi ijo ke Tebing Breksi yang sama terletak di bawah dan menghadap ke timur. Ukiran tersebut dibuat pada 2016. Prosesnya membutuhkan waktu tiga bulan, karena sang pemahat tidak fokus dengan ukiran naga saja. Dia juga sambil mengerjakan ukiran huruf Tebing Breksi," tulis Instagram tersebut.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
13 jam lalu

Ada Si Pitung di Kota Tua Jakarta, Pesilat Betawi yang Curi Perhatian!

Destinasi
13 jam lalu

Hari Terakhir Libur Panjang, Ribuan Orang Wisata di Kota Tua Jakarta

Destinasi
21 jam lalu

10 Tempat Wisata Paling Ramai Dikunjungi saat Lebaran 2026 versi Kemenpar, Malioboro Nomor 1!

Destinasi
21 jam lalu

HUT ke-152 Pandeglang Bikin Tanjung Lesung Jadi Magnet Liburan, Ini Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news