Ternyata Ini Alasan Masyarakat Desa Sade Mengepel Lantai Rumah Pakai Kotoran Sapi

Pernita Hestin
Keunikan budaya di Desa Sade Lombok (Foto: Pernita)

Selain rumah-rumah tradisional, sepanjang jalan juga terlihat banyak kerajinan tangan yang dijajakan dari mulai kain tenun hingga gelang. Ini juga menjadi mata pencaharian utama perempuan di desa ini.

"Di sini juga (kebanyakan) mata pencahariannya petani, tapi hanya setahun sekali (panennya). Lalu perempuan umur 9 tahun juga disini harua bisa menenun dulu baru boleh menikah," kata Bobi.

Untuk penerangan desa tersebut juga masih sangat tradisional, mereka menggunakan lampu minyak dan kerang yang disangga kayu sebagai wadahnya. 

Menariknya lagi, di Desa tersebut juga masih mengedepankan perkawinan dengan garis keturunan yang sama. Biasanya mereka menikah dengan sepupu. 

Tak hanya itu, mereka juga menikah dengan tradisi kawin lari. Menurut Bobi hal tersebut untuk melestarikan tradisi suku Sasak. 

"Justru kalau melamar itu melawan adat dan tidak melestarikan tradisi. Kalau laki-laki yang sulung menikah, mereka pergi dan buat kampung lagi. Kalau yang terakhir masih bisa tinggal di desa yang sama," katanya. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Seleb
8 hari lalu

Raffi Ahmad Salut Sport Tourism Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

Destinasi
8 hari lalu

Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!

Destinasi
8 hari lalu

Mengintip Deretan Wisata di Bali dari Pantai Kuta hingga Lembah Bangkiang Sidem Ubud

Destinasi
12 hari lalu

Tempat Wisata di Semarang yang Underrated, Wajib Dikunjungi saat Libur Lebaran! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal