Kejadian tersebut membuatnya semakin yakin bahwa gangguan yang terjadi bukan sekadar hal fisik, melainkan berkaitan dengan sesuatu yang tidak kasat mata.
Tidak hanya itu, selama proses berlangsung, Mas Yudhis juga mengaku mengalami tekanan yang cukup berat. Serangan tidak hanya berhenti pada pasien, tetapi juga berbalik menyerang dirinya dan keluarganya.
Ia bahkan menyebut bahwa beberapa kejadian aneh terjadi secara berulang, seolah ada upaya untuk mengganggu dan melemahkan dirinya selama proses tersebut.
Meski demikian, Yudhis tetap berpegang pada keyakinannya dan mengandalkan doa sebagai perlindungan utama. Menurutnya, apa pun bentuk gangguan yang terjadi, kekuatan doa tetap menjadi hal yang paling utama untuk melindungi diri.
Kisah ini menjadi gambaran bagaimana gangguan yang tidak terlihat bisa muncul dalam bentuk yang tidak terduga.
Saksikan kisah lengkapnya hanya di channel YouTube @robbypurbaofficial.