Terungkap, Fakta Menarik Sragen Disebut Bumi Sukowati sejak Zaman Kerajaan Mataram

Kiki Oktaliani
Mengenal asal usul Sragen (Foto: Instagram@haryotogreenlovers)

Asal Nama Sragen dan Sejarahnya

Perlu diketahui, Sragen muncul setelah Tumenggung Alap-Alap menyerahkan makanan dan legen, (fermentasi dari sari gula kelapa) dalam tebok (tempat makanan) dan bumbung (tempat minuman dari bambu) yang dibawa menggunakan tongkat kepada Pangeran Sukowati. Kabupaten Sragen bermula ketika meletusnya perang Mangkubumen pada 1746-1757. Pada saat itu Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II sangat membenci kolonial Belanda, sehingga ingin menyatakan perang dengan Belanda.

Namun, timbul dilema yang dirasakan oleh Sunan Pakubuwono II atas adik dan pihak kolonial belanda. Tapi karena sudah berhutang budi kepada kompeni, beliau memberi bekal berupa Tombak Pusaka Keraton “Kanjeng Kyai Pleret” dan uang secukupnya. Sejarah peperangan Pangeran Mangkubumi dengan Kolonial Belanda inilah yang disebut perang Mangkubumen (1746-1757).

Dalam perjalanan perangnya Pangeran Mangkubumi beserta pasukannya tiba di Desa Pandak Karangnongko, masuk tlatah Sukowati. Di desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak Desa Pandak Karangnongko, dan menjadikan pusat pemerintahan Projo Sukowati, bahkan meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat beberapa pejabat pemerintahan.

Dalam perkembangannya, pada 15 Juli 1847 Sragen disebut dengan Kabupaten Gunung Pulisi, yang dilakukan oleh Sunan Pakubuwono VIII atas persetujuan dari Residen Surakarta. Berdasarkan Staatsblad No 32 Tahun 1854, maka setiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, di mana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.

Kabupaten Pulisi Sragen Punya Empat Distrik

Di tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki empat distrik antara lain Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang. Selanjutnya wilayahnya disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Adanya perubahan tersebut diteruskan oleh PakuBuwono X, Wijkblad No. 23 Tahun 1918, Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan juga Pemerintahan. Hingga pada akhirnya memasuki zaman kemerdekaan pemerintah Republik Indonesia, Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi pemerintah daerah Kabupaten Sragen.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
11 jam lalu

Planetarium Jakarta Diserbu Pengunjung di Akhir Masa Libur Tahun Baru 2026

Megapolitan
5 hari lalu

Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di Ancol hingga Kota Tua saat Malam Tahun Baru

Destinasi
7 hari lalu

4.200 Orang Padati Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta Hari Ini, Banyak Bule Juga!

Destinasi
7 hari lalu

Kota Tua Jakarta Ramai Dipilih Jadi Destinasi Akhir Tahun, Intip Keseruannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal